Rangkuman Pengantar Ilmu Administrasi Bab 2 (Ulbert Silalahi)

Wendy Burhannurdin
170210110065
Ditulis untuk memenuhi tugas Pengantar Ilmu Administrasi


BAB 2 SEJARAH PEMIKIRAN DAN ADMINISTRASI

Pengantar
Menurut Harvey C. Mansfield, ada tiga kegunaan yang dapat diperoleh dari pelajaran atau analisis sejarah administrasi (Dwight Waldo, 1971), yaitu:
1. Observasi filosofis, yaitu menyajikan kesimpulan-kesimpulan yang umum sifatnya atau tidak menunjukkan perhatian yang khusus terhadap masalah-masalah yang kongkret.
2. Dalam teknik analisis atau teknik pemecahan masalah; diperlihatkan bagaimana proses administrasi itu bergerak dalam proses kerja sama masyarakat dalam bidang ekonomi, politik, hokum pada masa yang lampau dan apakah proses administrasisemacam itu dapat atau tidak digunakan dalam bidang yang sama pada masa kini.
3. Dalam teknik administrasi; hanya mencakup soal teknis belaka, artinya jika kita ingin mencapai suatu hasil seperti hasil yang dicapai orang pada masa lalu, pakailah cara yang telah mereka gunakan atau setidak-tidaknya mengadakan penyesuaian dengannya.

Perkembangan Pemikiran Administrasi Sebagai “Seni”
Perkembangan administrasi sebagai seni dapat dibagi dalam dua fase, yaitu :
a. Fase prasejarah
Perkembangan administrasi sebagai seni dalam kurun waktu fase prasejarah dapat dilacak dari beberapa peradaban, antara lain :
1. Mesopotamia
2. Babilonia
3. Mesir
4. Cina
5. Romawi

b. Fase sejarah hingga Revolusi Industri
Perkembangan administrasi pada fase sejarah ini lebih maju dibandingkan dengan fase pra sejarah. Hal ini tampak dalam praktik-praktik administrasi, manajemen dan organisasi sebagai berikut:
1. Gereja Roma Katolik
2. Niccolo Machiavelli
3. Revolusi Industri

Perkembangan Administrasi sebagai “Ilmu”
Administrasi ditelaah secara ilmiah baru mulai dilakukan pada akhir abad 19 atau awal abad 20, yang dipelopori oleh F.W Taylor dan Henry Fayol. Tahap ini pada akhirnya dikenal sebagai tahap gerakan scientific management.
Perkembangan pemikiran dan teori administrasi atau manajemen dibagi dalam tiga fase kategori.
1. Teori klasik atau tahap scientific, yang terdiri dari:
a. Scientific management (manajemen ilmiah).
b. Administrative theorist (teori administratif).
c. Bureaucratic theorist (teori birokrasi).
2. Teori neo klasik.
a. Human relations approach (pendekatan hubungan-hubungan manusia).
3. Teori modern atau kontemporer atau tahap ilmu.
a. Behavioral approach (pendekatan perilaku).
b. Process approach.
c. System approach (pendekatan system).
d. Contingency approach (pendekatan kontingensi)

Perkembangan Pemikiran Administrasi dan Manajemen di Indonesia: Suatu Perspektif
Pengembangan ilmu administrasi di Indonesia adapt dikatakan baru mulai sekitar tahun 1957 dengan didirikannya Lembaga Administrasi Negara (LAN) 5 Mei 1957 yang untuk pertama kalinya dipimpin oleh Prof. Dr. Prajudi Atmosudirjo, S.H. Lembaga ini ditujukan untuk mengembangkan atau memajukan ilmu administrasi (negara) di Indonesia. Sejak saat itu administrasi muali dikembangkan baik sebagai ilmu, lapangna studi maupun untuk kepentingan praktik. Kemudian didirikan Public Administration Centre (PAC) yang dewasa ini dikenal dengan nama Balai Pembinaan Administrasi (BPA).

Sumber: Ulbert Silalahi.2008. Studi Tentang Ilmu Administrasi. Bandung: Sinar Baru Algesindo

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s