Contoh Pengaplikasian Sistem Politik David Easton

Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Poltik Perbandingan

Teori Sistem David Easton

Dalam skema sistem politiknya, David Easton menyebutkan input sebagai salah satu komponen dalam sistem kerjanya. Input ini terbagi menjadi dua macam, yaitu: (1) Input tuntutan, dan (2) Input dukungan. Mengenai input tuntutan Profesor Easton menyebutkan bahwa ada alasan mengapa suatu sistem politik terbentuk dalam suatu masyarakat-yaitu, mengapa orang melibatkan diri dalam kegiatan politik – adalah adanya tuntutan-tuntutan dari orang-orang atau kelompok-kelompok dalam masyarakat tersebut yang tidak semuanya dapat dipenuhi dengan memuaskan. Menurutnya ada satu fakta yang mendominasi kehidupan politik semua masyarakat: yaitu kelangkaan akan sebagian besar hal-hal atau benda-benda yang bernilai tinggi. Tuntutan-tuntutan oleh masyarakat ini bisa memengaruhi pemerintah dalam menghasilkan output.

Lebih jauh Profesor Easton menjelaskan bahwa input-input berupa tuntutan saja tidaklah memadai untuk keberlangsungan kerja suatu sistem politik. Maka untuk tetap menjaga keberlangsungan fungsinya, sistem itu juga memerlukan suatu energi yang berupa pandangan-pandangan yang dapat memajukan dan memberikan rintangan terhadap sistem politik tersebut. Input tersebut disebut dukungan.

Saya dapat menyimpulkan bahwa sistem politik Easton ini akan bekerja dengan mengandalkan dua input, yaitu tuntutan dan dukungan. Jika kedua input itu sudah ada, maka sistem akan berjalan sesuai skema dan akhirnya menghasilkan output. Output ini berupa keputusan dari pemerintah atau biasa disebut kebijakan.

Untuk mengaplikasikan skema sistem politik David Easton ini saya akan mengambil contoh misalnya tentang kenaikan BBM yang ditentang oleh masyarakat di Indonesia.

Input tuntutan yang akan tedapat di dalam kasus ini adalah tuntutan untuk tidak menaikan harga BBM yang disampaikan hampir seluruh lapisan masyarakat terhadap rencana kenaikan harga BBM. Tentu sangat jelas mengapa banyak masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM. Yang menjadi penyebab utama adalah efek domino yang akan ditimbulkan oleh kenaikan harga BBM. Jika harga BBM naik, maka harga akan segala kebutuhan pokok pun akan naik pula. Hal ini tidak dibarengi dengan daya beli masyarakat yang baik. Masih banyak rakyat Indonesia yang daya belinya rendah. Sehingga untuk menjaga keberlangsungan hidupnya mereka mau tidak mau akan menolak rencana kenaikan harga BBM tersebut.

Lalu input dukungan yang akan terjadi jika rencana kenaikan harga BBM digulirkan misalnya sikap DPR yang mendukung aspirasi masyarakat dalam menolak kenaikan harga BBM tersebut. Maka, berdasarkan input yang ada pemerintah akan membuat keputusan berupa output misalnya tidak jadi menaikan harga BBM.
Tetapi sebenarnya input dari pengaplikasian sistem politik tersebut merupakan wujud dari lanjutan suatu sistem politik sebelumnya. Rencana pemerintah menaikan harga BBM merupakan output yang dikarenakan oleh adanya input tuntutan berupa tingginya harga minyak dunia dan dukungan agar subsidi pemerintah tidak membengkak. Begitulah contoh pengaplikasian skema sistem politik David Easton. Output dari suatu sistem politik bisa menjadi input dari sistem politik selanjutnya karena skema sistem politik David Easton mengandung efek domino

2 thoughts on “Contoh Pengaplikasian Sistem Politik David Easton

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s