Realisme Neoklasik

Dibuat untuk memenuhi tugas Pengantar Hubungan Internasional 1

Neoclassical realism (realisme neoklasik) merupakan salah satu varian dari paradigma realisme dalam hubungan internasional. Konsep realisme neoklasik ini muncul atas pemikiran dari Hans J. Morgenthau dalam bukunya yaitu Politics Among Nations. Morgenthau berbicara animus nomandi, manusia “haus” dalam kekuasaan. [1] Jelas sekali dalam pemikirannya tentang animus nomandi, Morgenthau melihat manusia sebagai makhluk yang bersifat buruk karena hanya mementingkan keegoisannya untuk memperoleh apa yang ia inginkan bahkan dengan mengorbankan orang lain sekalipun. Oleh karena itu, moral dan etika dalam bernegara cenderung dikesampingkan. Dalam hal ini, Morgenthau tidak memandang kepada negara, melainkan kepada individu. Individu yang dimaksud adalah pemimpin negara yang menjalankan pemerintahan. Pemimpin negara yang menjalankan kekuasaan dituntut untuk dapat menjalankan kebijakan luar negerinya dengan baik demi negara dan masyarakatnya.

Pemikiran tentang realisme neoklasik juga muncul dari Randall Schweller. Dalam kasus lain menanggapi pandangan realisme struktural dalam distribution of power, Schweller berpendapat bahwa semua negara mempunyai kepentingan dalam hasil keamanan yang menunjukkan dasar status quo. [2] Pendapat lain tentang realisme neoklasik juga datang dari Fareed Zakaria. Zakaria memperkenalkan variabel antara kekuatan negara menjadi teori negara yang berpusat pada realisme. [3] Pendapat dari kedua orang tersebut isinya mengkritik terhadap apa yang diungkapkan oleh realisme struktural. Mereka menambahkan beberapa poin-poin penting untuk melengkapi dan menambahkan tentang konsep yang digagas oleh realisme struktural.

Kaum realisme neoklasik berpendapat bahwa berbagai jenis kapasitas negara dimiliki berbeda untuk menerjemahkan berbagai elemen kekuatan nasional ke dalam kekuasaan negara. [4] Dapat disimpulkan bahwa realisme neoklasik mempunyai dua inti berdasarkan pandangan yang telah dikemukakan oleh Morgenthau, Schweller dan Zakaria, yaitu kepemimpinan dari seorang kepala pemerintahan dan kekuatan negara dalam aspek keamanan.

Referensi
[1] Robert Jackson dan George Sorensen . (2009). Pengantar Studi Hubungan Internasional. Terj. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hlm. 99
[2] Tim Dunne dan Brian Schmidt dalam John Baylis, Steve Smith dan Patricia Owens. (2008). The Globalization of World Poltics. Oxford: Oxford University Press. Hlm. 99
[3] Ibid.
[4] Ibid.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s