Rangkuman Pengantar Ekonomi Gregory Mankiw Bab 14-17

Wendy Burhannurdin
170510110065

BAB 14 PERUSAHAAN DALAM PASAR KOMPETITIF

• Pasar kompetitif (competitive market) yaitu suatu pasar di mana terdapat banyak pembeli dan penjual yang memperdagangkan produk identik, sehingga masing-masing dari mereka akan menjadi penerima harga.
• Pasar kompetitif sempurna memiliki dua karakteristik, yaitu; di pasar tersebut terdapat banyak pembeli dan banyak penjual, serta barang-barang yang ditawarkan oleh para penjual pada umunya sama.
• Selain dua karakteristik yang telah disebutkan di atas, ada satu lagi cirri yang menandai pasar kompetitif sempurna, yakni; setiap perusahaan dapat dengan bebas meninggalkan atau memasuki pasar yang bersangkutan.
• Pendapatan rata-rata (average revenue) adalah total pendapatan dibagi dengan kuantitas produk yang terjual.
• Pendapatan marginal (marginal revenue) adalah perubahan total pendapatan yang bersumber dari penjualan produk tambahan sebanyak satu unit.
• Karena setiap perusahaan kompetitif adalah penerima harga, maka pendapatannya sebanding dengan kuantitas output yang dihasilkannya. Harga barang akan sama dengan pendapatan rata-rata dan pendapatan marjinal yang diterima perusahaan.
• Dalam jangka pendek meskipun sebuah perusahaan tidak dapat menyelamatkan biaya-biaya tetapnya, kalau harga barang yang dijualnya lebih rendah daripada biaya variabel rata-rata, maka akan lebih baik jika perusahaan memilih tutup atau berhenti berproduksi untuk sementara. Dalam jangka panjang, jika harga lebih rendah daripada total biaya rata-rata dan perusahaan itu berpeluang menyelamatkan biaya tetap dan variabelnya, maka akan lebih baik jika ia memilih untuk keluar sepenuhnya dari pasar.
• Kurva penawaran jangka panjang perusahaan kompetitif merupakan bagian dari kurva biaya marjinal yang terletak di atas kurva total biaya rata-rata.
• Ekuilibrium jangka panjang suatu pasar kmopetitif di mana perusahaan dapat bebas keluar dan masuk akan tercipta jika pasar ini memiliki sejumlah perusahaan yang mampu beroperasi pada skala yang efisien.
• Karena keluar-masuknya perusahaan dapat berlangsung lebih mudah dalam jangka panjang daripada dalam jangka pendek, maka kurva penawaran jangka panjang biasanya lebih elastis ketimbang kurva penawaran jangka pendek.
• Pada dasarnya, karena kurva biaya marjinal perusahaan menentukan seberapa banyak perusahaan itu bersedia berproduksi berdasarkan tingkat harga yang tengah berlaku di pasar, maka kurva itu juga merupakan kurva penawaran perusahaan kompetitif.

BAB 15 MONOPOLI

• Monopoli adalah perusahaan yang menjadi satu-satunya penjual atas suatu produk yang tidak memiliki pengganti. Ciri utama monopoli adalah tertutupnya pintu masuk ke pasar bersangkutan.
• Tertutupnya pintu masuk ke pasar itu sendiri dapat bertolak dari tiga sumber, yakni:
1. Sumber daya kunci dikuasai oleh satu perusahaan tunggal
2. Pemerintah memberikan hak eksklusif kepada sebuah perusahaan tunggal untuk memproduksi dan menjual barang tertentu.
3. Biaya-biaya produksi menjadi lebih efisien jika hanya ada satu produsen tunggal yang membuat produk itu dari pada banyak perusahaan.
• Monopoli alamiah (natural monopoly) adalah monopoli yang muncul karena satu perusahaan tunggal dapat memasok suatu barang atau jasa untuk seluruh pasar dengan biaya lebih murah dari pada jika barang atau jasa itu disediakan oleh dua atau lebih perusahaan.
• Perbedaan terpenting antara sebuah perusahaan kompetitif dan perusahaan monopoli adalah bahwa monopolis mampu mempengaruhi harga outputnya.
• Dalam perusahaan kompetitif, harga sama dengan biaya marjinal. Sedangkan dalam pasar yang dikuasai oleh perusahaan monopoli, harga melebihi biaya marjinal.
• Karena monopoli merupakan produsen tunggal di pasar, maka ia menghadapi kurva permintaan yang mengarah ke bawah untuk produknya.
• Diskriminasi harga (price discrimination) adalah suatu praktek bisnis yang menjual barang sejenis dengan mengenakan harga yang berbeda untuk pelanggan yang berbeda.
• Kuantitas output yang dapat memaksimalkan laba perusahaan monopoli ditentukan oleh titik perpotongan antara kurva pendapatan marjinal dan kurva biaya marjinal.
• Kuantitas produksi yang efisien secara sosial dapat ditemukan pada titik perpotongan antara kurva permintaan dan kurva biaya marjinal.
• Tingkat produksi yang akan dipilih oleh sebuah perusahaan monopoli akan lebih rendah dari pada tingkat produksi yang efisien secara sosial.
• Para pembuat kebijakan di pemerintahan dapat menanggapi persoalan monopoli ini dengan melakukan salah satu dari empat cara berikut:
1. Mendorong industri-industri monopoli untuk menjadi lebih kompetitif.
2. Meregulasi perilaku monopoli
3. Mengubah seluruh atau sebagian perusahaan swasta monopoli menjadi perusahaan milik negara.
4. Membiarkan segala sesuatu seperti apa adanya.
• Arbitrase adalah proses pembelian barang di satu pasar dengan harga lebih murah dan menjualnya kembali di pasar lain dengan harga yang lebih tinggi demi memperoleh laba dari selisih harga.
• Sama seperti perusahaan kompetitif, sebuah perusahaan monopoli selalu berkeinginan memaksimalkan laba, dan hal ini dapat dilakukannya dengan berproduksi pada suatu tingkat di mana pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal.

BAB 16 OLIGOPOLI

• Oligopoli adalah struktur pasar di mana hanya terdapat beberapa atau sedikit perusahaan saja yang menjual produk-produk yang identik atau yang mirip satu sama lain.
• Persaingan monopolistik (monopolistic competition) adalah struktur pasar di mana terdapat cukup banyak perusahaan yang menjual produk-produk yang mirip satu sama lain, namun tidak identik.
• Kolusi adalah kesepakatan antara perusahaan-perusahaan di suatu pasar tentang kuantitas produksi dan harga produk.
• Kartel adalah sekelompok perusahaan/produsen yang melakukan tindakan bersama-sama.
• Ekuilibrium Nash adalah situasi di mana para pelaku ekonomi saling berinteraksi, dan strategi terbaik bagi setiap pihak ditentukan oleh apa yang dianggap sebagai strategi terbaik oleh pihak lainnya.
• Jika perusahaan-perusahaan dalam suatu pasar oligopoli menetapkan produksi secara terpisah dalam rangka memaksimalkan laba, mereka akan memproduksi pada kuantitas yang lebih besar dari pada tingkat produksi monopoli namun masih lebih rendah dari pada tingkat produksi kompetitif. Harga yang mereka terima lebih kecil dari pada harga monopoli, namun masih lebih besar dari pada harga kompetitif (yang sama dengan biaya marjinal).
• Semakin banyak penjual di suatu pasar oligopoli, maka sifatnya makin mendekati pasar kompetitif. Harga akan kian mendekati biaya marjinal, dan kuantitas yang diproduksi mendekati tingkat yang efisien secara sosial.
• Teori permainan (game theory) adalah studi tentang bagaimana orang-orang berperilaku dalam situasi-situasi strategis.
• Dilema tahanan (prisoners’ dilemma) adalah suatu bentuk “permainan” antara dua tahanan yang mengilustrasikan sulitnya mempertahankan kerja sama, sekalipun kerja sama itu diketahui akan menguntungkan.
• Strategi dominan (dominant strategy) adalah strategi terbaik bagi seorang pemain dalam suatu permainan, terlepas dari strategi apapun yang dipilih oleh pemain lain.

BAB 17 PERSAINGAN MONOPOLISTIK

• Persaingan monopolistik (monopolistic competition) adalah suatu strktur pasar di mana terdapat banyak perusahaan yang menjual produk-produk yang bervariasi.
• Ada tiga sifat utama dari sebuah pasar persaingan monopolistik, yakni adanya banyak perusahaan, produk-produk yang terdiferensiasi serta proses keluar masuk yang relatif mudah.
• Sebagai rangkuman, kita dapat merumuskan dua karakteristik umum yang menjadi ciri ekuilibrium jangka panjang bagi sebuah pasar persaingan monopolistik. Kedua ciri itu adalah:
1. Sama seperti di pasar monopoli, harga di pasar persaingan monopolistik melampaui biaya marjinal. Kesimpulan ini dapat kita tarik karena maksimalisasi laba mensyaratkan pendapatan marjinal sama dengan biaya marjinal, dan karena kurva permintaaan yang mengarah ke bawah membuat pendapatan marjinal lebih kecil dari pada harga.
2. Sama halnya dengan di pasar kompetitif, harga di pasar persaingan monopolistik juga sama dengan total biaya rata-rata. Kesimpulan ini dapat kita dasarkan pada fakta berlangsungnya keluar masuknya perusahaan secara bebas yang mendorong laba ekonomis sama dengan nol.
• Ekuilibrium di sebuah pasar persaingan monopolistic tidak sama dengan yang ada di pasar persaingan sempurna karena dua sebab. Pertama, setiap perusahaan di pasar persaingan monopolistik itu memiliki kapasitas produksi yang berlebihan. Artinya, perusahaan itu beroperasi pada bagian melengkung dari kurva total biaya rata-rata. Kedua, setiap perusahaan persaingan monopolistik mengenakan harga yang lebih tinggi dari pada biaya marjinal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s