Balance of Power

Wendy Burhannurdin
170210110065
Ditulis untuk memenuhi tugas Pengantar Hubungan Internasional 1

Balance of Power

Realisme adalah sebuah paradigma dalam hubungan internasional yang muncul pada tahun 1930an. Realisme sendiri muncul atas pandangan terhadap terjadinya Perang Dunia I. Realisme menganggap bahwa negara adalah aktor utama dalam hubungan internasional. Dalam realisme terdapat beberapa konsep-konsep kunci salah satunya adalah konsep Balance of Power. Konsep ini merupakan perluasan dari konsep power.

Balance of power sendiri merupakan suatu konsep yang menginginkan perimbangan kekuatan di antara kekuatan-kekuatan utama aktor hubungan internasional. Dalam pandangan kaum realis, perang terjadi karena dunia tidak seimbang dalam aspek power. Karena pada dasarnya manusia itu buruk, setiap negara memiliki hasrat untuk menguasai negara lainnya. Dengan hal ini, untuk menguasai negara lain maka suatu negara yang memiliki power yang kuat akan menyerang negara yang dituju sehingga menimbulkan konflik dan peperangan. Hal ini dapat menimbulkan ketidakstabilan keamanan di dunia. Jika hal ini terus berlangsung, peperangan di dunia akan terus terjadi. Berdasarkan hal tersebut, tokoh realis Hans J. Morgenthau dalam bukunya Politics Among Nations mengemukakan suatu konsep yang disebut Balance of Power yang didasari dari pemikiran seorang sejarawan yaitu Thucydides.

Balance of power menganggap dunia akan aman jika semua negara memiliki kekuatan yang seimbang. Perimbangan kekuatan yang dimaksud adalah pada aspek kekuatan militernya. Namun, hal ini akan sulit terwujud karena setiap negara mempunyai kekuatan yang berbeda-beda. Menurut kaum realis, negara-negara yang paling penting dalam politik dunia adalah negara-negara berkekuatan besar (great powers). [1] Akan tetapi, konsep ini bisa disambungkan dengan konsep polaritas dalam hubungan internasional. Ini terlihat pada masa perang dingin yang merupakan masa bipolar. Hubungan internasional dipahami oleh kaum realis terutama sebagai perjuangan di antara negara-negara berkekuatan besar untuk dominasi dan keamanan. [2] Terdapat dua kekuatan besar di dunia, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua negara ini mempunyai kekuatan dan pengaruh yang seimbang di dunia. Banyak negara yang bersekutu dengan kedua negara ini. Kedua negara ini memiliki sekutunya masing-masing. Dalam masa perang dingin, dunia cenderung lebih aman dan jarang terjadi konflik. Ini disebabkan oleh dua kekuatan besar di dunia yang lebih seimbang. Keadaan ini bisa juga disamakan dengan konsep balance of power tersebut dimana dua kekuatan besar di dunia yang memiliki sekutunya masing-masing tetap menjaga kestabilan keamanan di dunia. Perimbingan kekuatan yang diinginkan dalam balance of power terwujud pada masa perang dingin ini. Akan tetapi, sepertinya konsep balance of power hanya terwujud pada masa perang dingin.

Referensi:
[1] Robert Jackson dan George Sorensen.(2009). Pengantar Studi Hubungan Internasional. terj. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hlm. 89
[2] Ibid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s