ASEAN Connectivity

Asia Tenggara merupakan sebuah wilayah yang secara geografis memiliki karakteristik yang beragam. Ada wilayah yang terhubung secara langsung dalam satu daratan dengan benua Asia dan ada juga yang terpisah dalam suatu gugusan kepulauan. Untuk memperlancar berbagai kegiatan terutama kegiatan ekonomi seperti distribusi barang dan jasa serta lalu lintas pergerakan manusia, diperlukan saling keterhubungan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Untuk itu, berbagai infrastruktur yang menunjang kegiatan transportasi tentu diperlukan. Infrastruktur tersebut dapat berupa jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, bandara, jembatan, dll.

Berbagai infrastruktur yang menunjang konektivitas antar negara-negara ASEAN dalam hal ini harus diperhatikan kesiapannya dan bila perlu dilakukan berbagai pembenahan terhadap infrastruktur yang sudah ada serta dilakukan pembangunan infrastruktur-infrastruktur penunjang yang baru. Peran dan kesiapan dari negara-negara ASEAN dibutuhkan dalam hal ini mengingat ketersediaan infrastruktur yang memadai di sebuah negara merupakan wewenang pemerintah negara yang bersangkutan.

Untuk mendukung terwujudnya Konetivitas ASEAN ini, dalam KTT ASEAN Ke-17 di Hanoi, Vietnam, pada 28 Oktober 2010 para pemimpin ASEAN telah berhasil mencapai kesepakatan dan mengadopsi Master Plan of ASEAN Connectivity (MPAC) yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempersempit kesenjangan pembangunan dengan meningkatkan keterkaitan fisik, kelembagaan dan hubungan antara manusia (physical, institutional, and people-to-people linkages) di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara ASEAN tampaknya sangat mendukng terwujudnya Konektivitas ASEAN.
Faktor-faktor Pendorong Penyusunan MPAC ini antara lain sebagai berikut:

• Kekuatan ekonomi dunia saat ini tengah mengalami pergeseran yang cukup berarti; yang semula berkiblat pada negara-negara Barat, kemudian beralih ke Timur. Asia Pasifik sebagai representasi kekuatan ekonomi di belahan Timur akan memainkan perannya sebagai kawasan yang paling menarik untuk dua dasawarsa ke depan dalam hal pembangunan ekonomi. Asia Tenggara dengan ASEAN-nya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan Kawasan Asia Pasifik.

• Pertumbuhan ekonomi kawasan Asia akan terus berlanjut dengan ditopang oleh pertumbuhan ekonomi China dan India. Beberapa negara di kawasan tersebut juga terus memberikan pengaruh dan progress yang cukup berarti, seperti Jepang, Korea Selatan, Indonesia, dan Vietnam.

• Organisasi regional ASEAN tengah menjadi kawasan yang terus berkembang dengan pesat pasca krisis ekonomi global. Dengan saling terhubungnya antar sesama negara-negara ASEAN melalui pembangunan ekonomi yang didukung oleh jaringan infrastruktur dan suprastruktur, teknologi komunikasi dan informasi, serta pergerakan antar-penduduk ASEAN, maka kawasan ini akan menghasilkan entitas masyarakat ASEAN yang tangguh dan kedepannya dapat berperan penting dalam kancah politik internasional.

Berikut adalah pilar dan peluang dalm mewujudkan Konektivitas ASEAN:

• Sebagai tahapan fundamental dalam mewujudkan Komunitas ASEAN yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, mempersempit kesenjangan pembangunan, dan meningkatkan keterhubungan di antara negara-negara ASEAN dengan sesama anggota dan dengan dunia internasional, MPAC sebagai dokumen strategis dan rencana aksi bertujuan untuk menjadi acuan rencana aksi pelaksanaan dalam tiga pilar ASEAN Connectivity, yakni pembangunan infrastruktur fisik (physical connectivity), kelembagaan, mekanisme, dan proses yang efektif (institutional connectivity), dan penguatan antar-penduduk yang ditandai dengan peningkatan mobilitas masyarakat ASEAN (people-to-people connectivity).

• Konektivitas ASEAN akan sangat membantu dalam mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, memfasilitasi pasar tunggal dan jaringan produksi yang lebih terintegrasi, mendorong perdagangan antar-kawasan, menarik lebih banyak penanaman modal, serta mempromosikan dan memperkuat ikatan-ikatan budaya dan historis yang dimiliki oleh masing-masing negara.

• ASEAN berada di lokasi yang strategis dan sentral di Asia. Hal ini berpotensi bagi ASEAN sebagai kawasan pusat (regional hub) di Asia antara lain dalam bidang perdagangan barang dan jasa, pendidikan, pariwisata, dan logistik. ASEAN juga memiliki peluang besar dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki pada pasar di kawasan terdekat yang juga sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat, yakni Asia Timur dan Asia Selatan.

Dengan adanya masterplan tersebut, upaya dalam mewujudkan Konektivitas ASEAN akan menjadi selangkah lebih maju karena konsepnya sudah jelas, tinggal bagaimana implementasi dari konsep tersebut serta ketersiapan dari negara-negara ASEAN sendiri. Indonesia sendiri tampaknya sudah siap dalam menghadapi Konektivitas ASEAN pada tahun 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s