Proteksi Perdagangan

Proteksi perdagangan merupakan sebuah upaya dari pemerintah suatu negara untuk melindungi produk-produk dalam negerinya dari serbuan produk asing dalam melakukan perdagangan internasional. Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme, yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil, dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). Proteksi perdaganan yang diterapkan oleh suatu negara seringkali menimbulkan protes dari negara lain yang ingin menerapkan perdagangan bebas.

Proteksi perdagangan dapat dilakukan dalam beberapa bentuk melalui hambatan tarif, yaitu pemberlakuan bea masuk yang tinggi bagi barang impor, dan non tarif yang di antaranya seperti pembatasan impor (kuota impor), subsidi pemerintah, dan politik dumping. Bentuk-bentuk proteksi tersebut adalah kebijakan yang merupakan upaya dari suatu negara agar barang dalam negerinya tidak kalah bersaing dengan barang impor.

Proteksi perdagangan ini biasanya dilakukan oleh negara-negara berkembang walaupun tidak menutup kemungkinan negara-negara maju pun melakukan hal serupa. Contohnya Indonesia yang telah menerapkan beberapa kebijakan proteksi perdagangan, seperti pelarangan ekspor rotan mentah, pengenaan bea keluar untuk komoditas tambang mentah dan pengaturan impor holtikultura. Belakangan ini juga banyak kalangan di Indonesia yang khawatir akan menjamurnya produk-produk Cina seiring dengan diberlakukannya ASEAN-China Free Trade Area yang dapat mengancam industri dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s