Sistem Internasional

Hubungan antar negara di seluruh dunia setiap saat mengalami berbagai dinamika yang terjadi dikarenakan semakin beragamnya kepentingan-kepentingan yang dimiliki oleh setiap negara tersebut. Negara yang melakukan hubungan dengan negara lain maupun aktor-aktor hubungan internasional lain sudah tentu terlibat dalam suatu pola interaksi dalam tatanan internasional yang didasari oleh berbagai macam kepentingan yang harus dicapai oleh negara yang bersangkutan. Suatu aktor hubungan internasional seperti negara tidak selamanya dapat melakukan hubungan yang harmonis dengan aktor-aktor lainnya karena suatu saat interaksi yang dilakukan sangat mungkin memunculkan suatu konflik. Itulah berbagai dinamika yang terjadi dalam suatu pola interaksi dalam dunia hubungan internasional.

Pola-pola interaksi yang terjadi dalam hubungan antar aktor-aktor internasional tersebut memungkinkan munculnya suatu sistem yang disebut dengan sistem internasional. Sistem internasional adalah sebuah sebutan dari para penstudi Hubungan Internasional untuk menggambarkan situasi dan kondisi dari dunia perpolitikan internasional. Berbagai dinamika politik internasional yang berkembang telah membuat sistem internasional yang ada berubah dari waktu ke waktu. Hal tersebut karena sistem internasional berjalan mengikuti perkembangan dari situasi dan kondisi hubungan internasional terkini.

Pandangan mengenai sistem internasional terdapat dalam beberapa perspektif hubungan internasional. Pandangan yang paling dikenal dan sudah menjadi tradisi dalam berbagai literatur dalam studi HI berasal dari kaum realis serta turunan-turunannya seperti neorealis yang menganggap sistem internasional bersifat anarki karena tidak adanya pemerintahan dunia serta negara adalah aktor utama dalam sistem internasional tersebut. Lebih lanjut kaum realis juga memperkenalkan konsep polaritas dalam hubungan internasional yang berkaitan dengan sistem internasional yang ada. Terdapat sistem polaritas yang disebut dengan unipolar, bipolar dan multipolar. Dalam unipolar hanya terdapat satu negara yang paling kuat dan berpengaruh di dunia di mana suatu negara melancarkan hegemoninya terhadap negara-negara lain. Lalu, dalam bipolar terdapat dua negara yang paling kuat di dunia. Sistem bipolar erat kaitannya dengan konsep balance of power atau perimbangan kekuatan yang dikemukakan oleh Kenneth Waltz dalam bukunya Theory of International Politics di mana dengan hanya ada dua negara berkekuatan besar, keduanya dapat diharapkan bertindak untuk memelihara sistem . Selanjutnya dalam sistem multipolar terdapat banyak negara yang kuat dan berpengaruh di dunia. Sistem polaritas tersebut diperkenalkan oleh para kaum realis. Karen A. Mingst mengatakan bahwa kaum realis menaruh ketertarikan kepada konsep polaritas ini karena polaritas memfokuskan kepada konsep power.

Selanjutnya, bereda dengan kaum realis, dalam pandangan kaum liberalis sistem internasional dijalankan oleh aktor yang bukan hanya negara, tetapi juga aktor-aktor lain seperti IGO, NGO, MNC, bahkan individu. Aktor-aktor tersebut seperti halnya negara memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dalam sistem. Kesemuanya bersama dengan negara sama-sama berperan penting dalam sistem yang ada. Lebih lanjut Karen A. Mingst mengatakan bahwa kaum liberal melihat sistem internasional sebagai jalan untuk mengonseptualisasikan beragam interaksi di atas level negara, dengan kata lain liberal memandang sistem internasional sebagai arena dan proses untuk berinteraksi. Berbeda dengan liberalisme, dalam pandangan marxis/strukturalis yang sangat terkenal menitikberatkan ke masalah ekonomi menganggap sistem yang ada dibagi berdasarkan stratifikasi kelas-kelas. Aktor utama dalam sistem internasional berasal dari pembagian kelas-kelas yang ada di mana kelompok kapitalis menguasai perekonomian.

Pandangan-pandangan tersebut merupakan pandangan yang umum dalam studi Hubungan Internasional dalam memandang apa yang disebut dengan sistem internasional. Terlepas dari pandangan-pandangan tersebut, sistem internasional setiap waktu mengalami berbagai dinamika seiring dengan dinamika yang terjadi dalam dunia hubungan internasional itu sendiri.

Analisis

Sistem internasional menurut berbagai perspektif dijalankan oleh aktor-aktor yang terlibat di dalamnya. Namun, setiap perspektif memiliki pandangan yang berbeda terhadap peran para aktor-aktor tersebut. Realis menganggap bahwa negara adalah aktor utama, liberalis menganggap bahwa aktor dalam sistem internasional tidak hanya negara karena aktor-aktor lainnya juga memiliki peran yang penting, sedangkan marxis/strukturalis membagi aktor berdasarkan stratifikasi kelas-kelas. Perbedaan pandangan tersebut terjadi karena semua perspektif memandang sistem dari sudut yang saling berbeda. Realis memfokuskan diri ke masalah power dan konflik antar negara yang oleh karenanya aktor yang berpengaruh dalam sistem yang berlaku adalah negara. Sedangkan liberalis menganggap bahwa para aktor dalam sistem internasional sebenarnya dapat saling bekerja sama melalui aturan yang dikeluarkan oleh lembaga atau institusi yang sifatnya internasional. Lalu, marxis/strukturalis membagi aktor-aktor berdasarkan stratifikasi kelas. Sudut pandang-sudut pandang yang berbeda tersebut pada dasarnya hanya merupakan fokus dalam memandang fenomena-fenomena hubungan internasional dan semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sistem internasional pada hakikatnya adalah realitas dari apa yang terjadi di dalam dunia hubungan internasional itu sendiri. Kondisi dinamika yang terjadi di dalam sistem tersebut memungkinkan terjadinya perubahan trend sistem dari waktu ke waktu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s