TAWURAN ANTAR SUKU DI INDONESIA

Oleh: Gina Indah P. Nastia, dkk.

Aksi tawuran di Indonesia dari tahun ke tahun sering terdengar, baik tawuran antar pelajar, tawuran antar desa, tawuran antar supporter, tawuran antar budaya, dan lain-lain. Salah satu bentuk tawuran yang lebih berat dan luas cakupannya adalah tawuran antar suku.
Indonesia terdiri dari puluhan, bahkan ratusan suku yang setiap waktunya bermobilitas untuk mempertahankan hidupnya. Namun hal tersebut seringkali menimbulkan konflik antar suku di Indonesia. Konflik tersebut terjadi dikarenakan adanya perbedaan budaya dan kebiasaan dalam suatu wilayah tertentu, padahal Indonesia merupakan negara yang memiliki semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang artinya ‘berbeda-beda tetapi tetap satu jua’. Beragamnya suku di Indonesia seharusnya menjadi suatu kebanggaan bangsa Indonesia sendiri, karena merupakan salah satu kebangaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keragaman tersebut akan menghasilkan Indonesia yang lebih baik dan indah apabila seluruh bangsa Indonesia dari berbagai suku dan budaya mampu hidup secara damai dan berdampingan.

Konflik antar suku di Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu, seperti pada zaman kerajaan. Masing-masing kerajaan berusaha untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaannya dengan berperang dan saling membunuh. Sekarang, tawuran yang terjadi antar suku di Indonesia seringkali disebabkan oleh perebutan lahan penghidupan. Masing-masing suku bersikap angkuh dan melihat suku lain sebagai manusia yang akan merebut lahan penghidupan mereka.
Tawuran antara suku Dayak dan Madura di Kalimantan Tengah terjadi lebih dari 13 kali, salah satunya pada Perang Sampit yang terjadi pada bulan Februari 2001. Tawuran yang terjadi antara kedua suku tersebut merembet ke hampir semua wilayah Kalimantan dan berakhir dengan pengusiran dan pengungsian ribuan warga Madura, dengan jumlah korban hingga mencapai kurang lebih 500 orang. Tidak terhitung berapa rumah terbakar dan leher terpenggal selama perang itu terjadi. Jumlah total warga yang mengungsi mencapai angka 57.000 jiwa. Tawuran antar suku ini menjadi masalah sosial yang me-nasional. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya tawuran tersebut, yaitu perbedaan budaya dan kebiasaan antara Dayak dan Madura, pinjam meminjam tanah, dan ikrar perdamaian yang dilanggar. Selain itu, terjadinya tawuran antara suku Dayak dan Madura disebabkan oleh adanya perilaku yang tidak menyenangkan. Bagi suku Dayak, mencuri barang orang lain dalam jumlah besar adalah tabu, karena menurut mereka barang dan pemiliknya telah menyatu, ibarat jiwa dan badan. Bila dilanggar, pemilik barang akan sakit, bahkan bisa meninggal. Sementara orang Madura seringkali terlibat pencurian dengan korbannya dari suku Dayak. Pencurian yang dilakukan inilah yang menjadi pemicu pecahnya perang antara suku Dayak dan Madura.

Hingga tahun ini tawuran antar suku terjadi, seperti tawuran antar suku di Timika Papua yang terjadi pada bulan Juli yang lalu dan di Balingga yang terjadi pada bulan September yang lalu. Di Timika, Dua suku yang bertikai ini selalu mencari celah untuk terus melakukan perang dengan cara memprovokasi warganya dengan ritual buang suara hingga melepaskan anak panah ke arah kampung lawan mereka. Tawuran tersebut mengakibatkan kedua suku mengalami luka panah, bahkan salah seorang warga tewas akibat tertembus panah oleh pihak lawannya. Sementara di Balingga, aksi tawuran antar suku menewaskan 4 korban jiwa dan ratusan orang lainnya mengalami luka panah dan luka tembak dari senapan angin.

Selain ketiga kasus tersebut, masih banyak kasus tawuran antar suku lainnya yang terjadi tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya di Indonesia. Kasus tawuran antar suku mungkin tidak akan pernah berakhir hingga tahun-tahun mendatang jika seluruh masyarakat Indonesia tidak menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya persatuan bangsa dan semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s